Van Batik Siap Bertempur Di Pasar Lokal Maupun Nasional

Kulon Progo – Perlahan namun pasti, para perajin batik di Sentra Batik Kopat, Dusun Kopat, Desa Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo mulai mengibarkan ” bendera perang ” di pasaran.

Meski tergolong baru di blantika industri batik, namun mereka tidak gentar untukĀ  harus bersaing dengan para perajin senior yang ada di sejumlah wilayah, di Tanah Air.

Bahkan papan nama besar-besar mulai terpampang di sejumlah titik di kawasan Sentra Batik Kopat.

Salah satunya adalah Van Batik yang berada di RT 04 Dusun Kopat, Desa Karangsari, atau sekitar lima menit perjalanan naik mobil dari Kota Wates, Ibukota Kabupaten Kulon Progo ke arah barat.

Supardi, SE pemilik Van Batik ketika ditemui menyatakan, belasan brand akan segera berkibar di kawasan ini.

“Kebetulan Van Batik yang pertama mengibarkan merek dagang dengan memasang papan nama dan merikis di media sosial,” katanya.

Menurut Supardi, dengan bendera Van Batik ia berharap bisa manjadi salah satu perajin batik yang bonafit dan mampu membuka lapangan pekerjaan untuk menopang kebutuhan hidup masyarakat sekitar.

Selain itu ia juga harus bisa tampil keren, dengan produk yang murah, indah dan tetap berkualitas.

Maka berbagai inovasi terus digenjot agar setiap saat memiliki produk yang menarik yang beda dengan produk di pasaran.

Ia yakin sektor industri sandang berbasis batik tetap prospektif dan tak lekang dimakan zaman.

” Melihat tingkat kebutuhan trend fashion di masa sekarang ini batik bisa jadi makin luas ruangbgeraknya, ada batik abstrak, batik milenial, batik kekinian lah, ” ujarnya.

Ini yang membuat Supardi sangat bersemangat mengibarkan bran Van Batik selain juga pemasaran kini jauh lebih bagus dimudahkan oleh media sosial dan secara khusus ia mengaku adanya banyak relasi.

kemudian fasilitas pemasaran melalui jaringan internet yg memudahkan kita bertransaksi

Supardi yang juga pwngurus KUBE Batik Kopat ini menjelaskan. Kenapa banyak warga tertarik menggeluti usaha batik salah satunya karena lokasi sentra dekat dengan Kota Wates, ibukota Kabupaten Kulon Progo.

” Yang jelas Sentra Batik Kopat ini letaknya strategis, mudah dijangkau, dekat dengan pusat perkotaan kedepan kita akan seting wilayah Dusun Kopat ini, khususnya RT04 menjadi destinasi wisata batik dan kuliner, ” ungkap Supardi.

Kini Van Batik memproduksi berbagai motif batik kekinian, baik milenial, bahkan batik gemblung yang sedang trend di pasaran.

Harga yang dipatok pun variatif, mulai harga murah hingga mahal. ” Kita kan mottonya murah, indah berkualitas, tetap wajib produksi batik yang murah yang terjabgkau masyarakat awam. Karena ini bisnis ya tetap harus memproduksi batik yang harga menengah dan mahal, agar tetap eksis ke depannya, ” jelas Supardi. (gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *