Pemda Kulon Progo Sebaiknya Segera Serius Tangani Tata Kelola Air Bersih dan Air Minum

Kulon Progo – Pemda Kabupaten Kulon Progo mestinya segera mengambil langkah cepat dan cerdas untuk menangani persoalan air bersih ( tata kelola sumberdaya air bersih / air minum) sebelum wilayah ini dirundung masalah serius.

Apalagi jika semua rumah tangga industri, hotel dan bandara melakukan penyedotan air sendiri untuk memenuhi kebutuhan air bersih / air minum mereka.

“Ini bakal bikin repot, karena menyulitkan pengendalian daya rusak sumberdaya air, ” Nur Eny Rahayu, SE Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kulon Progo, Selasa (6/10).

Oleh karenya sudah sangat mendesak Pemda Kabupaten Kulon Progo segera memikirkan adanya Perda Tata Kelola Air Bersih /Air Minum, yang mewajibkan seluruh kebutuhan air bersih / air minum Bandara, Hotel, Rumah Tangga Industri maupun rumah tangga dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Selain itu perlu segera dilakukan kajian serta peningkatan kapasitas PDAM terkait produksi air bersih / air minum.

Jika PDAM tidak mampu maka sudah waktunya dipikirkan skema lain yakni kerjasama swasta dan PDAM.

Karena datanya memang masih keteteran soal pemenuhan air bersih / air minum ini.

Menurutnya kebutuhan air bersih untuk bandara, industri dan rumah tangga serta hotel sebesar 982 liter per detik dengan kebocoran 23 persen maka kebutuhan total 1184 liter per detik.

Sementara saat ini pasokan baru sebesar 292 liter per detik dari SPAM Lendah 61,6 liter per detik dan dari SPAM lainnya 231 liter per detik.

Sedang SPAM Kamijoro sebesar 300 liter per detik belum termanfaatkan dan masih membutuhkan ninvestasi cukup besar.

“Ini masalah cukup serius, tetapi nampaknya Pemda Kabupaten Kulon Progo, belum tersadarkan akan resiko krisis akibat tidak adanya managemen tata kelola air bersih dan air minum ini, ” ujarnya. (gon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *