Studytour Menyenangkan Ala Taman Kelinci Desa Bahasa Borobudur

Magelang – Desa Bahasa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai pusat pembelajaran bahasa dengan cara nyentrik dan menyenangkan. Namun semua itu dirasa belum cukup untuk pengelola Desa Bahasa Borobudur. Mereka terus berbenah dan hadir dengan berbagai inovasi yang akan membuat pembelajar bahasa maupun wisatawan yang datang terpukau.

Hani Sutrisno, pengelola sekaligus pemilik Desa Bahasa Borobudur mengatakan pihaknya telah menyiapkan sebuah taman kelinci. Edutaiment taman kelinci, begitulah Hani menyebutnya.

“Selama ini dalam program study tour sering kali tertuju ke museum untuk study nya, Desa Bahasa mempersiapkan bagaimana study tour tetap bisa berjalan tanpa harus pergi ke museum,” ujarnya.

Hani mengatakan, ketika pertama kali datang, pengunjung akan disambut musik perkusi angklung atau musik angklung ala malioboro. Selanjutnya mereka di persilahkan untuk menikmati spot-spot selfi di area taman kelinci, rumah hobbit, terapi ikan, aquarium, homestay syariah dan area top selfi seduluran saklawase ( persaudaraan selamanya ) selama 20 menit.

“Setelah itu pengunjung akan dihibur dengan aksi sulap- sulap kecil yang menjadikan hal tidak mungkin menjadi mungkin. Pengunjung akan dikenalkan dengan metode ngakak-ngakak revolusi bahasa Inggris dan disambung dengan sound of angklung Borobudur, kemudian di tutup dengan aksi sulap panggung,” katanya.

Hani menuturkan, setelah melakukan foto bersama dan menikmati sejumlah sajian atraksi, pengunjung akan diajak menikmati area bola universal layaknya disney land, kemudian dimanjakan dengan nuansa ala Jepang dan Cina lalu di teruskan untuk mengenal mini golf, semua ada di area Desa Bahasa.

Pengunjung yang ingin bermalam juga disediakan homestay syariah. Hani mengatakan banyak wisatawan mancanegara betah menginap di homestay sepanjang tiga meter dengan pancaran lighting dari balutan bambu.

“Saat bangun tidur dinihari yang nginap di homestay syariah akan di tawari untuk menyaksikan sunrise dari puncak gunung menoreh, jika matahari terbit dengan kondisi cerah para penikmat sunrise akan menyaksikan keelokan Candi Borobudur di atas awan,” ujarnya.

Tidak sampai disitu saja, para pengunjung yang menyukai olahraga ekstrem akan diajak offroad dengan jeep melintasi trek sungai sileng. Trek ini merupakan jalur yang digunakan untuk membawa batu andesit dari Gunung Merapi ke Candi Borobudur. “Bagi yang tidak terlalu suka offroad ada pilihan onroad dengan mobil VW safari, mobil yang identik sebagai kendaraan camat jaman dulu,” ujar Hani.

Hani berpesan pihaknya selalu terbuka bagi wisatawan yang ingin sekedar berwsiata maupun mereka yang ingin belajar bahasa.

“Semua keseruan ini hanya ditujukan untuk mereka yang siap waspada dan siap ikuti aturan protokoler kesehatan, tetap makai masker, tetap cuci tangan, tetap jaga jarak dan tetap Berdoa. Salam bejo mulyo dunia akherat,” pesan Hani. (Sug)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *