FKDT Luncurkan Buku Ajar Baru Untuk Santri Diniyah

Wonosobo- Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah, Rabu (15/9) melounching buku ajar baru untuk para santri Diniyah Takmiliyah dan penyerahan piagam izin operasional Diniyah Takmiliyah di seluruh wilayah se Kecamatan Watumalang.

Kegiatan ini di laksanakan di aula KUA Kecamatan Watumalang,. Hadiri pula perwakilan Kemenag Bagian Pkpontren Kabupaten Wonosobo Rino Pambudi, Sekcam Watumalang, Kepala KUA Kecamatan Watumalang, penyuluh agama serta perwakilan dari 57 Lembaga Madrasah Takmiliyah se Kecamatan Watumalang.

Dalam sambutannya Rino Pambudi menyatakan dengan adanya buku ajar baru bagi para santri Diniyah Amaliyah di harapkan kepada semua lembaga penyelenggara pendidikan non formal bisa mengikuti alur dan teknis pendidikan sesuai dengan organisasi dan Kemenag, mengingat keanggotaan dari FKDT terdiri dari beberapa ormas keagamaan yang ada di Indonesia dan buku mata pelajaran inipun sudah mendapat rekomendasi dari Kemenag pusat.

Di sebutkan lebih lanjut adapun ke tujuh model buku mata pelajaran tersebut meliputi, Aklaq, Al-Qur’an, Bahasa Arab, Tarikh Islam, Aidah Islam, Fiqih, dan Hadist, dari ketujuh model buku tersebut di bagi untuk empat kelas dan adapun penulisan dalam model tersebutpu berbeda semisal untuk kelas satu dan dua masih menggunakan tulisan bahasa Indonesia sebagai pembahasannya dan untuk kelas tiga dan empat sudah menggunakan Bahasa Arab pego dalam pembahasannya, di kesempatan lain sekertaris Kecamatan Watumalang menyinggung soal penyerahan piagam ijin operasional madrasah takmiliyah memang sudah menjadi ketentuan selama lima tahun untuk memperbaharui perijinan juga mengharapkan dengan adanya model pembelajaran dengan model buku yang telah di tentukan oleh FKDT ini di harapkan lembaga menjadi semakin lebih giat dalam memberi pembelajaran terhadap santrinya dan bisa lebih maju secara segi administrasinya.

Pada kesempatan yang terpisah Wahumi Khanif selaku ketua DPAC FKDT kecamatan Watumalang sekaligus panitia penyelenggara kegiatan mengatakan dengan diadakannya kegiatan semacam ini ia mengharapkan metode pembelajaran dengan model buku terbaru ini dapat memperbudah sistem belajar mengajar pada semua lembaga khususnya Diniyah takmiliyah mengingat sasaran pendidikan anak usia 4 sampai 12 tahun, sebagai pedoman pokok keseragaman pendidikan di tingkat Diniyah di wilayah masing2, dan di kemudian hari ada harapan kemudahan dalam mengevalusi tahapan kegiatan secara berkala dan keseluruhan dan dapat mengadakan ujian secara serentak pada setiap lembagannya.

Tanggapan baikpun datang dari ustad Wardanu selaku perwakilan lembaga Diniyah Al Islami Tanjungsari Binangun Watumalang, ia sangat mengapresiasi dan merasa sangat tepat sekali dengan di keluarkannya buku pembelajaran baru ini karena semua lembaga Diniyah yang sebagai penyedia pendidikan non formal di bidang keagamaan mempunyai pedoman pembelajaran yang sama serta dapat membantu ustad/ guru dalam memberi pembelajaran kepada anak didiknya.(pul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *