Telaga Warna dan Pengilon Dieng Dibuka untuk Wisatawan, Persoalan Sampah Harus Segera Teratasi

 “Kami mendukung keputusan Kementerian LHK yang memberikan kelonggaran untuk pembukaan TWA Telaga Warna, namun mengingat selama ini pengelolaan sampah-nya belum maksimal sehingga berpotensi merusak alam dan citra kawasan Dieng yang eksotik, saya juga meminta agar ada dukungan konkret,” kata Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo ( foto/ist)

Wonosobo – Setelah lebih dari 4 bulan ditutup akibat Pandemi Covid-19, objek wisata alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon, di Dieng, Kejajar Kabupaten Wonosobo akhirnya dibuka kembali.

Kepastian dibukanya obtek wisata di kawasan Dataran Tinggi Dieng itu diperoleh setelah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Siti Nurbaya meninjau secara langsung pada Minggu (12/7/2020).

Taman Wisata Alam (TWA) Telaga Warna dan Telaga Pengilon, disebut Siti Nurbaya menjadi salah satu dari 29 TWA di bawah pengelolaan BKSDA Provinsi Jawa Tengah yang mendapat prioritas untuk dibuka lebih dulu demi membantu pemulihan ekonomi warga di sekitarnya.

Siti Nurbaya menyatakan, pembukaan Telaga Pengilon dan Telaga Warna tersebut diharapkan bisa menjadi stimulan bagi obwis lainnya, sehingga masyarakat akan kembali produktif di masa pandemic Covid-19.

Namun demikian, dibukanya kembali objek wisata alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon bagi para pelancong diimbangi dengan kesadaran pihak pengelola untuk menerapkan protokol kesehatan ketat, demi menghindari penyebaran virus korona.

“Saya perintahkan Dirjen KSDAE agar melakukan pengecekan kembali secara keseluruhan, diantaranya redesain infrastrukturnya agar tidak terlalu banyak bangunan fisiknya, dan lebih menonjolkan lanskapnya,” katanya.

Wisata alam, menurutnya harus lebih mengedepankan unsur natural dan keaslian sebagai wahana rekreasi para pengunjungnya.

Menanggapi pembukaan kembali TWA Telaga Warna-Pengilon, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo yang juga turut mendampingi kunjungan kerja Menteri LHK mengaku sangat apresiatif.

Andang membenarkan tujuan pembukaan objek wisata taman alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon akan memberikan motivasi kepada objek wisata lain untuk kembali bergairah di masa pandemic Covid-19, yang beranjak ke arah transisi menuju new normal.

Namun, pihaknya juga mengaku telah meminta dukungan Kementerian LHK untuk masalah pengelolaan sampah di kawasan Dieng.

“Kami mendukung keputusan Kementerian LHK yang memberikan kelonggaran untuk pembukaan TWA Telaga Warna, namun mengingat selama ini pengelolaan sampah-nya belum maksimal sehingga berpotensi merusak alam dan citra kawasan Dieng yang eksotik, saya juga meminta agar ada dukungan konkret,” tandasnya.

Persoalan sampah tersebut, ditegaskan Sekda perlu terus diingatkan, agar kedepan lebih jelas dan terintegrasi, agar objek wisata bersih. “Karena hampir semua objek wisata di Kabupaten Wonosobo ini memang berbasis alam, terutama hutan, Gunung dan sungai,” ungkap Andang.

Tanggapan serupa juga disampaikan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno.

Menurutnya, langkah untuk membuka kembali kawasan TWA Telaga Warna-Pengilon sudah tepat, mengingat keberadaan objek wisata itu terbukti mampu menggerakkan ekonomi warga lokal di sekitar Dataran tinggi Dieng.

Dalam satu tahun, di masa normal sebelum pandemic Covid-19, Wiratno menyebut TWA Telaga Warna-Pengilon dikunjungi tak kurang dari 425 RIbu orang dan menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga mencapai 3 miliar rupiah. (sug/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *