Satgas Covid-19 Kalikajar dan Kertek Gelar Rasia Warga Tak Bermasker, Ratusan Orang “Dihukum”

Komandan Koramil 06/Kertek, Kapten Punidi menyebut banyak warga pasar yang tidak mengenakan masker saat beraktifitas di keramaian, baik dari pembeli maupun pedagang sendiri. ( foto/ist)

Wonosobo – Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 melalui operasi masker terus dilakukan gugus tugas pencegahan corona di tingkat kecamatan.

Seperti yang dilakukan oleh Gugus Tugas Kecamatan Kalikajar dan Kecamatan Kertek menggelar kegiatan tersebut pada hari yang sama, Selasa (14/7/2020).

Camat Kalikajar, Bambang Triyono ketika ditemui di sela gelar operasi masker bersama tim gabungan dari Koramil, Polres, Puskesmas Kalikajar 1 dan 2, serta sejumlah relawan dari RPB Jogonegoro menyatakan ada ratusan pengguna jalan yang melintas di Jalan utama Sapuran – Kertek dihentikan lantaran mereka tak mengenakan masker pelindung.

“Dari giat sepanjangan sekitar 4 jam, tim gabungan menghentikan tak kurang dari 119 orang yang diketahui tidak mengenakan masker, sehingga kami minta untuk menerima pengarahan dari tim surveillance, serta dari teman – teman aparat juga memberikan sanksi berupa wajib mengucapkan Pancasila secara urut, atau menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan hormat bendera merah putih,” kata Bambang.

Seluruh pengguna jalan yang melintas, baik dengan kendaraan roda dua, roda empat, angkutan umum hingga truk, menurut Bambang menjadi sasaran operasi, demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penularan virus korona.

Pada tahap pertama kegiatan itu, warga yang terjaring kemudian diberikan masker secara cuma-cuma, namun kedepan ia mengaku akan menerapkan wajib beli bagi warga yang tidak membawa masker.

Diakui Bambang, dari sebagian besar warga yang terjaring diperoleh keterangan bahwa mereka mengaku lupa membawa masker karena merasa sudah aman dari Covid-19.

Hal itu disebutnya menjadi bukti bahwa kewaspadaan publik saat ini mulai melemah dan cenderung abai terhadap potensi penularan virus yang telah menyebabkan lebih dari 3.600 orang di seluruh Indonesia meninggal dunia itu.

“Mengingat masih diperlukannya kewaspadaan masyarakat akan bahaya korona ini, kami mempertimbangkan untuk menggelar kegiatan serupa setidaknya dua kali dalam seminggu,” tegasnya.

Selain Gugus Tugas Kecamatan Kalikajar, kegiatan operasi masker juga digelar oleh Gugus Tugas Kecamatan Kertek.

Berbeda dengan Kalikajar yang menyasar para pengguna jalan, Gugus Tugas Kecamatan Kertek memilih untuk menggelar operasi masker bagi warga pasar tradisional.

Komandan Koramil 06/Kertek, Kapten Punidi menyebut banyak warga pasar yang tidak mengenakan masker saat beraktifitas di keramaian, baik dari pembeli maupun pedagang sendiri.

“Mereka beranggapan bahwa saat ini sudah aman dari Covid-19, padahal sebenarnya justru saat ini kita masih dalam masa persiapan menuju adaptasi kebiasaan baru, atau new normal,” terangnya.

Mengingat masih banyak warga yang kurang menyadari pentingnya bermasker itulah, Kapten Punidi mengaku bahkan telah meminta kepada para Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk terjun secara intensif di masyarakat demi menyadarkan masih pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya korona.

“Kami optimis dengan adanya kesadaran warga untuk mentaati protokol kesehatan, salah satunya disiplin mengenakan masker, maka kasus Covid-19 di Kabupaten Wonosobo akan bisa dihentikan dan diputus mata rantai penularannya,” tandasnya. (gon/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *