Ketua FKUB Wonosobo : Jangan Mau Dibodohi Dengan Isue-Isue Murahan Jelang Pilkada Wonosobo 2020

“ Kita jangan mau dibhodohi dengan isue-isue murahan yang dapat memecah belah keutuhan NKRI,” katanya saat menjadi nara sumber dalam Rapat Koordinasi FKUB Kecamatan Sapuran, di Pendopo Kecamatan sapuran, Selasa ( 14/7). (foto/ist)

Wonosobo – Menjelang dilangsungkannya Pilkada Wonosobo 2020, Ketua Forum Koordinasi Umat Beragama ( FKUB) Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Dr. H. Zaenal Sukawi, MA, meminta agar semua komponen umat beraga di wilayah ini tetap menjaga hamonisasi antar sesama, antar umat beragama.

“ Kita jangan mau dibhodohi dengan isue-isue murahan yang dapat memecah belah keutuhan NKRI,” katanya saat menjadi nara sumber dalam Rapat Koordinasi FKUB Kecamatan Sapuran, di Pendopo Kecamatan sapuran, Selasa ( 14/7).

Memang Pilkada Wonosobo masih cukup lama, yakni 9 Desember 2020, mendatang. Namun Zaenal Sukawi meminta pentingnya tetap menjaga kerukunan antar umat beraga di wilayah ini, karena moment Pilkada Wonosobo 2020, bisa menjadi ajang gesekan dengan isue issue murahan yang hanya akan merugikan masyarakat sendiri.

Ia meminta agar Ppilkada Wonosobo 2020 yang akan digelar akhir tahun  ini dapat mewujudkan sosok pemimpin yang legitimet, mampu membangun trust dan kepercayaan masyarakat, serta membaiknya etika dan budaya politik masyarakat.

Dengan Pilkada Wonosobo 2020 bisa berjalan dan suksesnya pendidikan politik, semakin cerdas dan dewasanya para pemilih, menjaga keberlangsungan SDGs (sustainabelity development goal) dan menyongsong generasi emas, demografi devinent 100 tahun Indonesia merdeka.

“Toleransi beragama di Kabupaten Wonosobo sudah sangat baik terbukti manakala salahsatu agama menyelenggarakan perayaan hari besar keagamaan penganut agama lain ikut membantu menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut, “ katanya.

Zaenal Sukawi memberi contoh jika umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri maka penganut agama Kristen, Budha atau yang lainya ikut membantu menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut demi terciptanya rasa aman dan nyaman dan sebaliknya jika agama Kristen, Budha, Hindu dan lainnya punya gawe maka umat Islam banyak yang membantunya.

“Itulah peran dan tanggungjawab dari Forum Koordinasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB),” katanya menegaskan. (pul/gon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *