Ubur-Ubur Berserakan di Sepanjang Pantai Selatan Kulon Progo Namun Belum Ada Laporan Korban Tersengat

Merebaknya ubur-ubur ini diperkirakan bakal berlangsung cukup lama, yakni hingga bulan Agustus 2020 mendatang, karena biasanya musim dingin memang banyak ubur-ubur mendarat. (foto/ist)

Kulon Progo– Beberapa hari terakhir ubur-ubur juga merebak di sepanjang pantai selatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bahkan ubur-ubur banyak berserakan di daratan setelah dihempas gelombang besar. Namun hingga saat ini tidak ada laporan korban sengatan ubur-ubur baik terhadap wisatawan maupun penduduk setempat.

Sejak merebaknya ubur-ubur akhir Juni 2020 lalu hingga sekarang baru terdapat satu orang yang tersengat ubur-ubur, itupun tidak sampai mendapat perawatan.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko mengatakan ubur-ubur terdampar dari kawasan Pantai Trisik hingga ke Pantai Congot, Kulon Progo.

Tidak adanya korban sengatan ubur-ubur ini juga karena kunjungan wisatawan di sepanjang pantai selatan Kulon Progo, masih minim. Bahkan kondisi pantai nyaris sepi hingga awal bulan Juli 2020 ini.

Meski demikian pihaknya tetap menghimbau agar para wisatawam yang akan mengunjungi pantai selatan Kulon Progo tetap hati-hati karena ubur-ubur yang mendarat biasanya masih hidup dan tetap bisa menyengat.

Merebaknya ubur-ubur ini diperkirakan bakal berlangsung cukup lama, yakni hingga bulan Agustus 2020 mendatang, karena biasanya musim dingin memang banyak ubur-ubur mendarat.

Karena bentuknya yang lucu biasanya menarik untuk dipegang. Terutama bagi wisatawan anak-anak. Resikonya tentu disengat. Dan mengakibatkan gatal-gatal dan panas. (gon/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *