Viral, Kisah Guru Honorer Di Purworejo Dengan Gaji Rp 200.000 Per Bulan Bisa Nabung Buat Nikah

“Untuk kedepannya guru honorer harus lebih dieprhatikan kesejahteraannya karena bagaimana pun guru honorer adalah garda terdepan pencerdas bangsa,” katanya. ( foto : ist)

Purworejo – Yan Budi Nugroho, guru honorer asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah belum lama ini viral setelah membagikan pengalamannya hidup dengan gaji Rp.200 ribu per bulan di sosial media twitter. Bahkan dari gajinya ia masih bisa menyisihkan sejumlah uang untuk tabungan nikahnya.

“Bensin Rp.40 ribu, jajan Rp.60 ribu, reward anak Rp.30 ribu, makan bakso Rp.30 ribu, belanja ibu Rp.20 ribu, nabung nikah Rp.20 ribu, semua pas Rp.200 ribu,” tulisnya di sosial media.

Saat dikonfirmasi, Yan mengatakan gaji Rp.200 ribu itu ia dapat pada sekitar tahun 2017-2018 silam. Saat ini gajinya sudah ditambah dengan insentif dari Kabupaten sebesar Rp.600 ribu, sehingga setiap bula ia menerima Rp.800 ribu.

“Apa yang saya tulis di sosial media bukan sebagai bentuk protes atau kritik pada pemerintah. Namun agar orang lebih mensyukuri apa yang diperolehnya dan mengelola keuangan dengan baik,” katanya.

Meski begitu ia tidak memungkiri jika cara hidup tiap orang berbeda. Sehingga kebutuhan tiap orang pun beda. Ia merasa bersyukur karena hidup di desa dimana biaya hidupnya tidak terlalu tinggi.

“Kebetulan rumah saya ada di daerah tinggi sementara sekolah saya di bawah, jadi jarak 200 meteran saya bisa matikan mesin motor. Karena itu keperluan bensin saya tiap bulan cukup Rp.40 ribu,” katanya.

Ia menambahkan untuk kebutuhan belanja bagi ibunya yang hanya Rp.20 ribu dipakai untuk membeli bumbu dapur. Karena sayur mayur sudah ditanam sendiri.

Yan mengatakan meski pernah menerima upah sebesar Rp.200 ribu per bulan tidak memudarkan niatnya menjadi guru. Ia mengaku berapapun bayaran yang ia terima tidak bisa meruntuhkan niatnya untuk mengabdi mencerdaskan generasi penerus.

“Semua saya lakukan karena sudah cinta. Karena rasa cinta itulah saya mendedikasikan hidup saya untuk jadi guru,” ungkapnya.

Ia pun merasa bertrimakasih kepada pemerintah yang saat ini sudah lebih memerhatikan guri honorer. Pasalnya sebelumnya guru honorer hanya menerima upah dari dana bos namun saat ini sudah ada insentif.

“Untuk kedepannya guru honorer harus lebih dieprhatikan kesejahteraannya karena bagaimana pun guru honorer adalah garda terdepan pencerdas bangsa,” katanya.

Ia juga berpesan kepada rekan guru agar tetap bersemangat menjadi inspirasi dan mengajar anak-anak generasi penerus bangsa. (Bgs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *