Dilarang Pesta Kelulusan, TK. Aisyah Pecekelan Kirim Hadiah Boneka Kepada Semua Siswanya

Guru TK Aisyah Pecekelan mengantar sertifikat kelulusan dua anak didiknya yang kembar Aldi-Aldo di Dusun Kalilusi, Pecekelanm sapuran, Wonosobo. Suasana haru terlihat saat penyerahan dua boneka kembar, dan kata perpisahan dari guru dan kedua anak didiknya. ( foto/min)

Wonosobo – Meski sudah memasuki fase new normal, namun pesta pelepasan bagi siswa yang telah lulus di berbagai sekolah dan taman kanak-kanak di Kabupaten Wonosono, Jawa Tengah, tetap dilarang.

Sehingga banyak sekolah, terutama taman kanak-kanak harus membuat ide kreatif untuk melepas peserta didiknya namun tidak mengutangi makna kelulusan.

TK Aisyah Pecekelan, Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, ini misalnya, Kepada 20 peserta didiknya yang dinyatakan lulus dan akan melanjutkan ke sekolah dasar,  pihak sekolah rela menyambangi mereka ke tempat tinggalnya masing-masing.

“Karena memang ada aturan tidak boleh menggelar acara pesta pelepasan peserta didik, sesuai aturan protokol kesehatan covid-19,” kata Kepala TK Aisyah Pecekelan, Sumiyati.

Maka pengajar di TK Aisyiah Pecekelan, kemudian mengambil langkah membagikan sertifikat kelulusan dan hadiah untuk peserta didiknya yang dinyatakan lulus dengan cara diantar langsung ke rumah mereka satu per satu.

Pelepasan siswa / peserta didik dengan cara ini tak urung membuat banyak orang tua wali murid terharu, bahkan diwarnai isak tangis saat ikror perpisahan antara guru/pendidik dengan siswanya.

“Ya mau gemana lagi, karena situasi memang begini. Aturan pesta pelepasan tidak boleh, sementara ikror pelepasan harus tetap ada, sebagai bentuk pertanggujawaban para guru, pendidik kepada wali murid dan peserta didiknya,” kata Sumiyati. (min)

Liputan : Main Cholil

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *